Welcome to Woodlandpark Residence

NEWS & BLOG

Mau investasi menguntungkan?

October 23, 2015 Administrator

blog_post_image

Mau investasi yang pasti menguntungkan? Ada 3 pilihan yaitu :
Properti, Properti, Properti !!!!
 
Kita mengenal banyak sekali instrumen investasi Instrumen Investasi, diantaranya yang populer adalah :
1.       Property
2.       Emas
3.       Valuta Asing
4.       Saham & Reksadana
5.       Bisnis/Usaha
6.       Deposito, dan sebagainya
Property dan emas adalah 2 komponen investasi yang tahan terhadap inflasi, namun harga emas masih banyak dikendalikan oleh pasar dengan tigkat kenaikan yang tidak terlalu signifikan.
 
Sementara investasi property kenaikannya bisa sangat signifikan, apalagi jika aset properti berada di lokasi yang masih “sunrise”, seperti istilah yang digunakan Panangian Simanungkalit, seorang pakar property. Wilayah yang masih dibilang sunrise adalah apabila lokasi tersebut diperkirakan tingkat pertumbuhan harga tanahnya masih memiliki ruang untuk terus meningkat paling tidak dalam 5 tahun kedepan.
 
Selain itu, dibandingkan komponen investasi lainnya property merupakan salah satu dari 3 kebutuhan pokok/dasar manusia yaitu Sandang Pangan, Papan. Artinya selama manusia ada maka selama itu pula property akan selalu diburu, namun berbanding terbalik jika dilihat dari dasar pasokan produk properti yaitu lahan atau tanah yang tidak akan bisa bertambah. Disinilah hukum dasar ekonomi berlaku antara supply dan demand. Permintaan selalu ada dan cenderung meningkat namun pasokan tak bisa bertambah. Hingga tak perlu penjelasan panjang mengapa property adalah komponen investasi yang paling menjanjikan.
 
Dalam catatan Bank Dunia pertumbuhan penduduk di Indonesia mencapai 1,21% pertahunnya, maka diperkirakan pada 2015 ini jumlah penduduk indonensia mencapai 252 juta jiwa lebih. Jika Rate ini bertahan maka hingga 2025 bisa menembus angka 300 juta jiwa. Proyeksi yang dilakukan PBB pada 2050 di Indonesia sebanyak 2/3 penduduk akan berada di perkotaan. Mengingat dalam 40th terakhir Indonesia memang mengalami urbanisasi besar-besaran, dan saat  ini 50% penduduk Indonesia ada di perkotaan. Dan DKI Jakarta adalah yang terbesar.
 
Seiring pertumbuhan penduduk maka kebutuhan terhadap property residensial jugasemakin besar. Berdasarkan data dari Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) kebutuhan perumahan di Indonesia sebesar 1,3 juta unit pertahunnya. Sementara kekurangan pasokan (backlog) perumahan pada tahun 2010 saja berdasarkan data BPS mencapai 13,6 juta unit dan sekarang pada tahun 2014 backlog bertambah hinga 15 juta unit. Bahkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dalam 20 tahun ke depan kebutuhan perumahan ditambah dengan backlog yang sekarang mencapai 31 juta unit Seiring tingginya permintaan terhadap property dan kemampuan penyediaan yang belum proporsional maka nilai ekonomi property pun menjadi sangat tinggi.
 
Berikut adalah beberapa alasan mengapa investasi property sangat direkomendasikan :
 
1.       Peningkatan Pendapatan Tahunan (Income Appreciation).
Harga tanah selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, termasuk harga sewa/jual properti diatsanya. Pendapatan sewa yang Anda terima dari investasi property dapat anda pergunakan untuk meminjam atau bahkan mendapatkan manfaat leverage dengan membantu Anda membayar bunga atas hipotek Anda. Selama bertahun-tahun penghasilan sewa yang diterima dari investasi properti akan meningkat dan jika tepat itu akan melebihi tingkat inflasi. Dan memungkinkan anda menambah investasi property
2.       Proteksi Terhadap Inflasi (Inflation Hedge).
Kenaikan harga tanah dan bangunan setiap tahunnya, sudah terbukti lebih tinggi dari laju inflasi. Rata2 kenaikan nilai property 3x dr nilai inflasi. Kenaikan harga tanah di lokasi yang berkembang minimal 15%, sementara  tingkat inflasi berada di bawah angka 10%. Di sisi lain, harga semen, baja, dan besi selalu naik di atas tingkat inflasi, yakni rata-rata 10%-12%. Secara tradisional, orang membeli tanah dan bangunan untuk menjaga investasi tersebut agar tidak tergerus inflasi. Bahkan karena sifat kelangkaannya, nilai investasi itu terus meningkat seiring waktu
3.       Nilai Tambah (Added Value) &  Peningkatan Nilai Tanah (Capital Appreciation).
Sebuah tanah akan memiliki nilai tambah jika telah didirikan bangunan diatasnya, apalgi jika diberi setuhkan konsep yang menarik dan berada dilokasi yang strategis. Apresiasi nilai tanah dikarenakan jumlah tanah yang tidak bertambah sementara jumlah penduduk yang bertambah menjadikan jumlah kebutuhan akan tanah semakin meningkat. Lokasi lokasi lokasi. Carilah lokasi yang baik, lokasi yang berada di pusat kota yang berkembang. Selama 25 tahun terakhir nilai dari properti rata-rata di semua kota-kota telah dua kali lipat dalam nilai setiap delapan sampai 10 tahun
4.       Dana yang dibutuhkan tidak sebesar Nilai Investasi.
Apabilila kita berinvestasi property dapat dilakukan dengan cara meminjam pihak ketiga. Sebagi Contoh jika kita membeli apartemen senilai Rp. 1 Milyar kita tidak membutuhkan dana sebesar itu, cukup dana untuk DP dan sisanya melalui pinjaman bank. Kita dapat memiliki investasi senilai Rp 1 M dengan modal hanya 20-30 % saja dimuka.
5.       Keamanan.
Pernahkah Anda mendengar seseorang ‘bangkrut’ karena property? Tapi banyak perusahaan telah bangkrut. Bank memiliki divisi “Risk Management” dan terbukti bahwa Bank selalu mengakui properti, dan real estate khususnya perumahan, sebagai property yang sangat baik. Alasan mereka akan meminjamkan hingga 70%-80% dari nilai properti Anda. Dan bankers cukup yakin dan mereka tahu nilai properti itu akan sulit sekali untuk jatuh dalam jangka waktu yang singkat.
6.       Agunan yang Baik (Good Collateral).
Tidak seperti investasi keuangan, properti merupakan agunan atau jaminan yang paling solid. Bahkan di beberapa negara, pihak perbankan tidak segan meminjamkan dana hingga 80% dari nilai agunan.
7.       Kebanggaan Kepemilikan (Pride of Ownership).
Dibandingkan dengan investasi jenis lain, rasa bangga terhadap kepemilikan properti pada umumnya lebih tinggi. Maka zaman dahulu, tuan tanah diasosiasikan sebagai orang kaya, hingga timbul intilah Land Lord